Rabu, 26 November 2014

Representasi dan Pemecahan Masalah Matematika melalui PBL



MENINGKATKAN KEMAMPUAN REPRESENTASI DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MELALUI PROBLEM BASED LEARNING (PBL)
Oleh: Ai Sadidah, Dwi Cahya Sari, Fitraning Tyas

Abstrak
Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan representasi dan pemecahan masalah Matematika. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemampuan representasi dan pemecahan masalah Matematika dapat ditingkatkan dengan mengimplementasikan model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Matematika.

Menulis untuk Belajar (Write to Learn)



Pendahuluan
Komunikasi matematis merupakan salah satu bahan kajian dalam pengembangan kurikulum matematika. National Council of Teachers of Mathematic (NCTM, 2000) menyebutkan bahwa kemahiran matematika mencakup kemampuan penalaran, komunikasi, pemecahan masalah, koneksi, dan memiliki sikap menghargai kegunaan matematika.

Kamis, 06 November 2014

Pemecahan Masalah Matematika dengan pendekatan CTL



1.    Pendahuluan
Dalam kehidupan sehari-hari menjadi suatu yang mutlak adanya kemampuan memecahkan masalah. Karena itu, kemampuan pemecahan masalah harus menjadi salah satu tujuan pembelajaran. Secara khusus, pembelajaran Matematika dipandang sebagai suatu cara mengajarkan siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah.

Rabu, 05 November 2014

Ringkasan Buku Theories of Mathematics Education Bab 2




Bab 2 buku ini memaparkan teori pembelajaran berdasarkan pemikiran Paul Ernest. Sriraman memberikan prakata pada bagian 2 ini bersama Nick Haverhals dengan judul Lakatos-Herst_Ernest: triangulating, Filsafat – Matematika – Pendidikan Matematika. Bagian awal ini sebuah pengantar yang membawa kita ke pemikiran Ernest tentang teori pembelajaran, terutama pembelajaran Matematika. Menurut Sriraman, ada sentralitas filsafat dan hubungan yang rumit untuk mengembangkan teori dalam pendidikan matematika. Hal ini menyadarkan Ernest akan pentingnya persoalan epistemologis yang mempengaruhi pengajaran dan pembelajaran matematika.

Senin, 27 Oktober 2014

Refleksi Kuliah Filsafat Ilmu pertemuan ke-7



Mengenali Mitos dalam Filsafat
Tulisan berikut diinspirasi dari perkuliahan Filsafat Ilmu yang diampu Prof. DR. Marsigit, MA yang dilaksanakan pada hari Jumat, 24 Oktober 2014 di ruang 106A Gedung Lama Pasca Sarjana UNY yang berlangsung dari pukul 15.40 sampai 17.20 WIB.

Kamis, 23 Oktober 2014

Refleksi Kuliah Filsafat Ilmu pertemuan ke-6



Menuju Ke Pemikiran Filsafat

Tidak sedikit orang seperti saya merasa filsafat itu sangat susah, susah dimengerti dan susah dijelaskan. Padahal sesungguhnya filsafat itu sangat dekat dengan diri kita sendiri. Kalau bahasanya Prof Marsigit, filsafat itu lembut, filsafat itu bergerak, filsafat itu memantul, filsafat itu berdimensi, filsafat itu berhubungan, filsafat itu bertingkat-tingkat, filsafat itu berakar.

Refleksi Kuliah Filsafat Ilmu pertemuan ke-5 (Bagian 3)




MENGENAL SEJARAH PEMIKIRAN FILSAFAT
(Bagian 3)
Setelah dievaluasi beberapa filsuf, proyek filsafat Modern yang ingin menguasai dunia lewat satu pemikiran rasional dan utuh, ternyata mengandung banyak kelemahan. Oleh beberapa kalangan filsuf, fenomena ini dianggap sebasai suatu periode filsafat yang disebut postmodern. Kritik atas postmodern selanjutnya disebut post-postmodern dan puncaknya adalah Power Now, suatu periode filsafat yang diyakini sedang berkembang dan menguasai dunia kontemporer saat ini.